Bendung merupakan bangunan air yang berfungsi meninggikan muka air sungai. Akibat didirikanya bendung terjadi loncat hidrolis yaitu perubahan aliran subkritis menjadi superkritis dan kembali lagi menjadi subkritis, proses ini mengakibatkan gerusan local di hilir bendung.. Untuk mengurangi gerusan tersebut di bagian hulu bendung menggunakan variasi kemiringan untuk mengetahui pengaruh gerusan tersebut. Tujuan penelitian untuk Mengetahui hubungan antara kedalaman air di hilir pelimpah dengan energi spesifik loncat hidrolis pada pelimpah bendung ripe ogee dengan variasi kemiringan pada hulu bendung dan kolam olak ripe solid roller bucket, hubungan debit di kedalaman maksimal gerusan sendimen, hubungan debit terhadap bilangan froude saat terjadinya loncatan hidrolis dan bentuk gerusan yang terjadi di hilir. Dari hasil penelitian yang dilakukan di Laboratorium Hidrolika Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh.,. Penelitian ini menggunakan flume dengan ukuran 6 x 20 x 240 cm, bendung ripe ogee dan kolam olak Sendimen yang digunakan pasir yang berukuran 1,18 mm, Dari hasil penelitian dapat diketahui beberapa kesimpulan. Pertama, Maksimal Gerusan bahwa semakin kecilnya kemiringan hulu bendung maka kedalaman gerusan akan meningkat. kedalaman gerusan maksimal yang terjadi pada kemiringan hulu 1 : 0,58 (30°) Solid roller bucket lebih besar jika dibandingkan pada Kemiringan bulu 1 : 0,27 (15°) dan kemiriagan 1 : 1 (45°) Solid roller bucket. Kedua, semakin kecilnya kemiringan hulu bendung maka keceparan aliran di hulu dan hilir pelimpah akan semakin meningkat. Ketiga, semakin kecilnya kemiringan hulu bendung maka bilangan floude akan semakin menurun, Penggunaan variasi kemiringan hulu bendung terhadap kolam olak solid roller bucket sangat berpeagaruh pada signifikan bentuk gerusan Kata Kunci : bendung, variasi kemiringan, local hidrolis, gerusan lokal
Copyrights © 2025