Karya-karya naratif sastra Arab telah berkembang dari bentuk tradisional yang bersifat fiktif-didaktis ke arah realis. Novel Arab modern bergenre realis dipandang lebih jujur dalam menggambarkan kehidupan tentang anak, baik yang menempatkannya sebagai pusat penceritaan ataupun sudut pandang yang menceritakan kebenaran secara jujur dan polos. Penelitian ini mengangkat objek novel-novel realis berbahasa Arab yang dipilih secara non-probability dan dianalisis dengan metode eksplanatif-komparatif untuk tujuan mendapatkan gambaran mengenai citra anak dalam bayang-bayang situasi dominan yang hadir di sekitar kehidupannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam novel realis berbahasa Arab anak dicitrakan secara bermacam-macam, tetapi memiliki kesamaan dalam perspektif citra kelam khas yang diakibatkan oleh faktor (1) etika orang dewasa, (2) nasib keluarga, (3) ketidakhadiran peran ayah, (4) ketidakhadiran peran ibu, dan (5) tradisi yang non-produktif. Kelima aspek tersebut merupakan faktor penentu tumbuh kembang anak. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa karya sastra anak tidak hanya muncul dalam bentuk ideal sebagai sarana pembelajaran untuk anak, namun juga dibicarakan untuk konsumsi pembaca dewasa dalam konteks edukasi. Kata Kunci : Naratif; novel realis; citra kelam anak; faktor traumatik.
Copyrights © 2025