Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Di Indonesia, khususnya di Kabupaten Kendal, jumlah kasus DBD terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Puskesmas Boja I mencatat jumlah kasus tertinggi di antara 30 puskesmas yang ada. Kasus DBD paling banyak ditemukan pada anak-anak berusia 6 hingga 12 tahun, dengan total 31 orang (50,8%) dari total kasus. Beberapa faktor lingkungan yang dapat berkontribusi pada peningkatan kasus DBD di kalangan anak-anak mencakup faktor intensitas pencahayaan di dalam rumah, keberadaan pekarangan, peran ibu, dan peran kader kesehatan. Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara faktor lingkungan dengan kejadian DBD pada anak usia sekolah dasar di wilayah Puskesmas Boja I. Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan desain studi observasional deskriptif dengan desain studi adalah case control dengan rasio 1:1 dan teknik pengambilan sampel total. Terdapat 68 responden yang terdiri dari 31 kasus dan 37 kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi kuesioner, pita ukur, dan lux meter. Analisis menggunakan uji chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara intensitas pencahayaan (ρ-value= 0,007), keberadaan pekarangan (ρ-value= 0,020), peran ibu (0,024), dan peran kader kesehatan (ρ-value= 0,032) dengan kejadian DBD pada anak usia sekolah dasar di wilayah kerja Puskesmas Boja I, Kabupaten Kendal tahun 2024.Keywords: DBD, Dengue, Lingkungan
Copyrights © 2024