Perkembangan era digital menghadirkan tantangan tersendiri bagi mahasiswa penghafal Al-Qur’an yang merupakan bagian dari generasi digital native. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi strategi dan dinamika resiliensi psikologis mereka dalam konteks kehidupan digital. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, lima informan dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis dengan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil menunjukkan bahwa strategi resiliensi dibangun melalui koneksi spiritual yang kuat, dukungan komunitas dan keluarga, serta strategi pengaturan diri yang mengintegrasikan praktik spiritual dan manajemen teknologi. Para penghafal Al-Qur’an juga menetapkan batasan digital sebagai bentuk komitmen spiritual, serta memiliki motivasi jangka panjang untuk hidup bersama Al-Qur’an, bukan sekadar menyelesaikan hafalan. Meskipun teknologi menjadi tantangan, mereka mampu memanfaatkannya secara strategis dalam mendukung proses hafalan.
Copyrights © 2023