Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana kepemimpinan tidak etis memengaruhi tiga bentuk komitmen organisasional, yaitu komitmen afektif, normatif, dan kontinuitas. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel non-probability sampling melalui convenience sampling. Responden dalam penelitian ini berjumlah 211 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja pada perguruan tinggi negeri di Bandar Lampung. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear sederhana secara terpisah untuk masing-masing variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kepemimpinan tidak etis memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap komitmen afektif, (2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen normatif, serta (3) berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap komitmen kontinuitas. Temuan ini mencerminkan bahwa persepsi aparatur sipil negara terhadap kepemimpinan yang tidak etis berdampak berbeda terhadap tiap jenis komitmen yang mereka miliki terhadap organisasi.Kata Kunci: kepemimpinan tidak etis; komitmen afektif; komitmen normatif; komitmen kontinuitas; ASN
Copyrights © 2025