Semen merupakan komponen utama dalam pembentukan beton yang berperan penting dalam menentukan mutu akhir. Namun, proses produksi semen menghasilkan emisi CO₂ yang berdampak negatif terhadap lingkungan. Salah satu upaya untuk mengurangi emisi tersebut adalah dengan memanfaatkan Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) sebagai pengganti parsial semen. GGBFS adalah limbah dari proses pengolahan besi yang kaya akan kalsium dan silika. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi persentase GGBFS (0%, 20%, dan 50%) serta jenis merk semen (Semen Gresik, Semen Padang, dan Semen Merdeka) terhadap kuat lentur beton pada umur 28 dan 56 hari. Pengujian dilakukan menggunakan benda uji balok berukuran 60 × 8 × 10 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan GGBFS hingga 20% cenderung meningkatkan kuat lentur beton, terutama pada umur 56 hari. Beton dengan campuran GGBFS dan Semen Gresik menghasilkan kuat lentur yang lebih stabil dan cenderung tinggi dibandingkan merek lainnya. Nilai kuat lentur tertinggi sebesar 7,59 MPa diperoleh pada Semen Merdeka tanpa campuran GGBFS pada umur 56 hari. Secara keseluruhan, Semen Gresik menunjukkan performa kuat lentur yang lebih baik dibandingkan Semen Padang dan Semen Merdeka. Kata Kunci : Ground Granulated Blast Furnace Slag, Merk Semen, Kuat Lentur
Copyrights © 2025