Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja keuangan bank-bank BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2021–2024, menganalisis potensi dampak wacana pembentukan Danantara terhadap indikator keuangan utama, serta memberikan rekomendasi kebijakan strategis menghadapi integrasi digital perbankan nasional. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan data sekunder dari laporan keuangan auditan lima bank BUMN (BMRI, BBRI, BBNI, BBTN, BRIS). Analisis mencakup rasio profitabilitas (ROA, ROE, NPM, BOPO), likuiditas (CR, QR), solvabilitas (DAR, DER), dan aktivitas (FAT, TATO). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar bank mengalami peningkatan profitabilitas hingga 2023, diikuti tekanan pada 2024 akibat kenaikan biaya operasional dan investasi digital. BRIS dan BMRI mempertahankan likuiditas kuat, sedangkan BBTN menghadapi tekanan signifikan. BTN menunjukkan leverage tertinggi, sementara BRIS memiliki struktur pendanaan lebih konservatif. Dalam aktivitas, BRIS unggul pada pemanfaatan aset tetap, dan BBRI memimpin perputaran aset lancar. Wacana Danantara diperkirakan memberi tekanan jangka pendek namun membuka peluang efisiensi dan peningkatan daya saing.
Copyrights © 2025