Industri furnitur di Indonesia berkembang pesat dan berkontribusi pada ekonomi, namun memiliki risiko kecelakaan kerja tinggi yang diakibatkan oleh mesin, bahan kimia, dan debu kayu. Kepatuhan pekerja dalam menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) masih rendah, dipengaruhi oleh budaya keselamatan kerja (safety culture). Penelitian ini bertujuan (1) mengukur kematangan safety culture di PT XYZ, (2) menganalisis pengaruhnya terhadap kepatuhan penggunaan APD, dan (3) merancang strategi perbaikan berbasis Safety Model Canvas (SMC). Pendekatan kuantitatif digunakan melalui survei dan observasi pada pekerja produksi. Safety culture diukur dengan model SMC (sembilan dimensi), sementara kepatuhan APD dianalisis berdasarkan teori Lawrence Green (faktor predisposisi, pendukung, penguat). SEM (Structural Equation Modeling) digunakan untuk menganalisis data. Hasil menunjukkan safety culture PT XYZ pada tingkat calculative (nilai 3,715). risk perceived (3,670) terendah, sementara Engagement & Involvement (3,774) tertinggi. SEM mengidentifikasi 10 dari 13 hubungan hipotesis signifikan secara positif. Strategi perbaikan SMC memprioritaskan risk perceived untuk meningkatkan budaya keselamatan. Penelitian ini merekomendasikan perbaikan budaya keselamatan guna meningkatkan kepatuhan APD, mengurangi kecelakaan, serta meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pekerja.
Copyrights © 2025