Desa Pasigaran memiliki posisi yang tidak terlalu jauh dari pusat Kecamatan Jatinangor. Pada umumnya petani di Desa Pasigaran membudidayakan tanaman pangan dan palawija, sedangkan tanaman rempah dan obat seperti jahe merah ditanam hanya sekedar pelengkap saja. Jahe merah merupakan memiliki prospek yang sangat baik dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya budaya tradisional dan meningkatkan nilai ekonomis komoditas ini. Teknik budidaya yang tepat juga sangat penting untuk meningkatkan produksi dan kualitas jahe merah. Salah satu solusi untuk memberdayaan lahan pekarangan yang ada oleh kelompok kelompok wanita tani adalah mengenalkan jahe merah sebagai tanaman rempah dan obat ini untuk dikelola lebih baik lagi. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah adalah memberdayakan kelompok Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa ini supaya jauh lebih produktif dan dalam menghasilkan dengan membudidayakan jahe merah. Sosialisasi ini menggunakan metode penyuluhan budidaya jahe merah, menampilkan contoh produk olahan jahe merah yang sudah ada di pasaran dan praktek langsung budidaya jahe merah dalam polibeg. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kelompok tani sangat tertarik dan berminat dalam budidaya jahe merah, yang tercermin dari keaktifan dalam berdiskusi maupun dalam melaksanakan pelatihan. Melalui metode ini menunjukkan respons yang positif terlihat dari minat dan ketertarikan kelompok tani yang cukup tinggi sehingga diharapkan pengetahuan mengenai budidaya jahe merah meningkat, serta produksi jahe merah di Desa Pasigaran dapat meningkat secara signifikan, sehingga dapat memenuhi permintaan pasar dan meningkatkan pendapatan petani.Pasigaran Village is located not too far from the center of Jatinangor Subdistrict. Farmers in Pasigaran Village cultivate food crops and secondary crops, while spices and medicinal plants such as red ginger are planted only as a complement. Red ginger has excellent prospects in increasing public awareness of the importance of traditional culture and increasing the economic value of this commodity. Proper cultivation techniques are also essential to increase the production and quality of red ginger. One of the solutions to empower the existing yard land by the Women Farmers group is to introduce red ginger as a spice and medicinal plant to be managed better. This service activity aims to empower the Women Farmers group in this village to be much more productive and productive by cultivating red ginger. This socialization uses the method of counseling red ginger cultivation, showing examples of processed red ginger products that already exist in the market and the direct practice of red ginger cultivation in polybags. The results of the activity showed that the farmer groups were very interested in the cultivation of red ginger, which was reflected in the activeness in the discussion and in carrying out the training. Through this method, the farmer groups showed a positive response as seen from the high interest of the farmer groups. It is expected that the knowledge of red ginger cultivation will increase, and the production of red ginger in Pasigaran Village can increase significantly so that it canto meet market demand and increase farmers' income.
Copyrights © 2024