Berkembangnya teknik serangan adversarial malware yang dapat mengelabui sistem AI berbasis DL dan ML telah menarik perhatian para peneliti untuk melakukan pemodelan pengujian serangan terhadap target sistem deteksi malware. Sering kali file malware dianggap sebagai file benign akibat kesalahan deteksi akibat manipulasi data yang dilakukan oleh malware untuk melindungi dirinya. Studi ini menggunakan metodologi tinjauan sistematis terhadap 34 artikel penelitian yang telah difilter berdasarkan aspek inclusion yang secara khusus membahas bagaimana serangan adversarial malware pada jaringan IoT itu dapat dideteksi oleh sistem AI. Tujuan SLR ini adalah menentukan kecenderungan penggunaan jenis AI dalam membangun sistem deteksi malware, memetakan penggunaan algoritma untuk setiap AI, model serangan adversarial malware hingga teknik pengujian yang relevan terhadap metode serangan adversarial tersebut. Hasil kajian ini memperlihatkan bahwa, metode DL dengan algoritma CNN lebih sering dipergunakan untuk membangun sistem deteksi malware secara efektif dibandingkan ML yang dirasakan tidak mampu mengenali jenis varian baru malware. Sedangkan pemodelan serangan cenderung menggunakan metode White Box Based Attacks yang didukung teknik pengujian berbasis Hybrid pada DL.
Copyrights © 2025