Penelitian ini menganalisis makna visual logo “Meurdue” dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes melalui metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, wawancara, dan studi pustaka. Logo Meurdue memadukan logogram berbentuk atap rumah dengan logotype bertulisan “MEURDUE” menggunakan tipografi bebas. Secara denotatif, logogram merepresentasikan bentuk atap yang merujuk pada lokasi awal kedai berdiri. Secara konotatif, elemen ini memunculkan citra “rumah kedua” yang nyaman, akrab, dan memberikan perlindungan. Tipografi logotype yang ekspresif dan organik mencerminkan karakter merek yang kreatif, unik, serta dekat dengan komunitas muda. Pemilihan warna hitam memperkuat kesan tegas, autentik, dan mendalam, sekaligus mengasosiasikannya dengan karakter kopi itu sendiri. Ritme visual dari elemen garis dan bentuk dalam logo membentuk pola berulang yang secara implisit merefleksikan prinsip estetika tradisi visual Nusantara, sejenis dengan prinsip pengulangan motif pada batik yang sarat makna kultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa logo Meurdue tidak hanya berfungsi sebagai identitas visual, tetapi juga sebagai media penyampai pesan emosional dan kultural yang konsisten melalui integrasi bentuk, warna, dan gaya visual yang digunakan.
Copyrights © 2025