Artikel ini membahas sejarah Dinasti Fatimiyah dari awal berdirinya pada 297 H/910 M di Afrika Utara hingga runtuh pada 567 H/1171 M. Dinasti yang menganut mazhab Syiah Ismailiyah ini mencapai puncak kejayaan pada masa Khalifah al-Mu‘iz dan al-Aziz dengan kemajuan di bidang politik, ekonomi, ilmu pengetahuan, dan pembangunan, termasuk berdirinya Universitas Al-Azhar. Meski begitu, kemunduran mulai terlihat akibat lemahnya pemerintahan, perebutan kekuasaan antar wazir, gaya hidup mewah para khalifah, bencana alam, dan intervensi kekuatan asing seperti pasukan Salib dan pengaruh Nur al-Din al-Zanki. Faktor eksternal ini berpadu dengan konflik internal mempercepat keruntuhan dinasti. Peran penting dalam transisi kekuasaan di Mesir dimainkan oleh Shalahuddin al-Ayyubi, yang mengakhiri pemerintahan Fatimiyah dan mengembalikan dominasi Sunni melalui pembentukan Dinasti Ayyubiyah. Penelitian ini menyoroti faktor-faktor kejayaan dan kemunduran Fatimiyah, sekaligus menegaskan dampak perubahan mazhab terhadap dinamika politik dan sosial Mesir abad pertengahan
Copyrights © 2025