Sesuai dengan surat edaran RektorĀ IAIN Sunan Kalijaga No; 080/A.0/1977 tertanggal 7 februari 1977 kepada para dekan fakultas dalam lingkungan IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan tembusan kepada dosen yang bersangkutan, dimana untuk lebih memantapkan kedudukan dosen sebagai tenaga Edukatip, maka terhadapĀ Dosen yang naik golongan seyogyanya (ganti kata dari seharusnya) menyampaikan karya pengukuhan. Demikian juga sesuai dengan surat edaran dekan fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Kalijaga No: 58/DK/Ush?1977 tertanggal 21 Februari 1977 kepada para dosen tetap dalam lingkungannya, yang breisi juklak (Petunjuk dan Pelaksanaan) pidato pengukuhan, kaepada kami diminta supaya mengisi kesempatan itu. Kesempatan yang pertama kalinya dilaksanakan dalam sejarah IAIN, khususnya Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Kalijaga, bagi kami merupakan suatu kehormatan yang luar biasa. Maka untuk maksud tersebut yang ada. Oleh karena itu kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Bapak Dekan Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Kalijaga mendapat kesempatan yang pertama kalinya untuk menyampaikan pidato pengukuhan didepan siding yang terhormat ini. Dalam kesempata ini kami akan mencoba secara sederhana menyoroti satu aspek dari pada salah satu agama yang hidup di negara kita ini yaitu bagaimana pemahaman Kristen tentang TRADISI GEREJA, sepanjang yang terdapat ataupun berlaku dalam Gereja Khatholik dan Gereja Reformasi (lebih sempit Gereja Protestant). Dengan maksud untuk memberi perbandingan.
Copyrights © 1977