Penelitian ini berusaha untuk mendapatkan paradigma masyarakat petani dalam memaknai investasi aset berdasarkan kerangka mental accounting. Analisis Kualitatif dengan metode fenomenologi digunakan pada penelitian ini untuk menangkap fenomena investasi aset yang masyarakat petani lakukan, dengan diferensiasi keputusan yang menarik. Kami memeroleh data dari wawancara terhadap empat petani di Desa Pejok, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro. Masyarakat petani memahami bahwa investasi aset merupakan hal yang penting dilakukan mengingat profesi petani yang rentan terhadap ketidakpastian penghasilan. Namun, masalah gagal panen memaksa mereka untuk bisa melakukan mental accounting pada pos-pos kebutuhan hidup, pendidikan anak, dan kebutuhan lainnya. Tidak jarang, opsi menggadaikan aset yang dimiliki menjadi satu-satunya pilihan yang tersedia untuk dilakukan, sembari menabung untuk kebutuhan hidup lainnya. Ketika kami memperkenalkan mental accounting dan diterapkan ke kehidupan masyarakat petani, mereka akan mulai menambah pos investasi aset menjadi pos yang masuk kedalam mental accounting mereka. Hal ini dapat berkontribusi merubah pola pikir masyarakat petani untuk lebih peduli dengan investasi demi masa depan mereka
Copyrights © 2025