Meningkatnya popularitas merek kendaraan listrik (EV) asal Tiongkok telah menarik perhatian yang semakin besar di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Namun demikian, persepsi konsumen terhadap merek-merek ini masih belum banyak diteliti, khususnya dalam ruang digital tempat wacana publik berkembang secara spontan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana konsumen Indonesia memandang BYD, salah satu produsen EV terkemuka dari Tiongkok, melalui perspektif brand awareness, brand image, perceived risk, dan purchase intention. Dengan menggunakan pendekatan netnografi, penelitian ini mengumpulkan dan menganalisis 549 komentar publik dari pengguna YouTube Indonesia pada sejumlah video yang menampilkan kendaraan BYD. Data dikodekan dan dianalisis secara tematik menggunakan perangkat lunak NVivo 14 untuk mengidentifikasi pola berulang dalam sentimen konsumen. Temuan menunjukkan bahwa perceived risk menjadi topik yang paling dominan dalam diskusi (40,25%), dengan kekhawatiran utama berkisar pada keandalan baterai, ketersediaan layanan purna jual, dan nilai jual kembali
Copyrights © 2025