Fraud akuntansi merupakan salah satu risiko serius yang dapat merusak integritas laporan keuangan dan merugikan perusahaan. Sebagai salah satu perusahaan BUMN yang bergerak di bidang farmasi, PT Indofarma Tbk menghadapi tantangan besar terkait dengan potensi terjadinya fraud dalam laporan keuangannya. Dalam konteks ini, rasio keuangan sering digunakan sebagai alat untuk menganalisis kinerja perusahaan dan mendeteksi indikasi masalah keuangan yang dapat menjadi pemicu terjadinya fraud. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh rasio keuangan dalam mengindentifikasi indikasi fraud akuntansi pada PT Indofarma Tbk selama tahun 2022-2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier berganda. Variabel independen dalam penelitian ini mencakup rasio likuiditas (current ratio), profitabilitas (return on assets), solvabilitas (debt to equity ratio), dan aktivitas (total asset turnover), sedangkan variabel dependen adalah indikasi fraud akuntansi yang didasarkan pada teori fraud triangle (tekanan,peluang, dan rasionalisasi). Hasil analisis menunjukan bahwa keempat rasio keuangan tersebut mengalami penurunan drastis dan mengarah pada kondisi keuangan yang tidak sehat, yang mencerminkan adanya tekanan dan kelemahan kontrol internal yang meningkatkan risiko terjadinya fraud. Penelitian ini menyimpulkan bahwa analisis rasio keuangan dapat menjadi alat yang efektif dalam mendeteksi indikasi awal fraud akuntansi pada laporan keuangan perusahaan.
Copyrights © 2025