Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja dan kelelahan kerja terhadap turnover intention, serta menguji peran supervisory support sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Populasi dalam penelitian adalah seluruh karyawan lapangan di PLTU Tanjung Jati B Unit 5 & 6 yang berjumlah 100 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh, di mana seluruh populasi dijadikan sampel. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dan dianalisis menggunakan uji regresi linier berganda dan uji interaksi moderasi dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention. Demikian pula, kelelahan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi beban dan kelelahan kerja yang dirasakan karyawan, semakin besar kecenderungan untuk mengundurkan diri. Supervisory support terbukti secara signifikan memoderasi hubungan antara beban kerja dan kelelahan kerja terhadap turnover intention. Dukungan dari atasan mampu melemahkan dampak negatif kedua variabel tersebut. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi manajemen perusahaan untuk mengelola beban dan kelelahan kerja secara sistematis serta mengoptimalkan fungsi supervisor sebagai pendukung psikologis dan operasional karyawan. Dukungan supervisor terbukti menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas tenaga kerja di lingkungan kerja yang menuntut secara fisik dan mental.
Copyrights © 2025