Teh talua merupakan minuman tradisional daerah Sumatra Barat yang menggunakan telur bebek dan serbuk teh sebagai bahan dasar nya. Aroma bau amis dari penggunaan telur menyebabkan teh talua kurangnya di terima secara sensori. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan serbuk kayu manis terpilih teh talua berdasarkan karakteristik sensori. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu konsentrasi serbuk kayu manis (0%, 1%, 3%, dan 5%) Jika berbeda nyata dilanjuti dengan uji lanjut Duncan. Dari 50 gram berat bahan baku menghasilkan serbuk kayu manis sebesar 32,73g sehingga memiliki nilai rendemen sebesar 65%. Karakteristik mutu sensori teh talua terpilih yaitu aroma (amis telur) mengarah pada tidak terciumnya aroma amis telur, aroma (kayu manis) mengarah pada terciumnya aroma kayu manis, rasa mengarah pada manis, warna mengarah pada sedikit coklat tua, kekentalan mengarah pada tidak kental. Pengujian hedonik perlakuan serbuk kayu manis 1% merupakan konsentrasi yang paling disukai panelis dengan warna (skor 3,60), aroma (skor 3,85), kekentalan (3,55), rasa (3,83), dan overall (skor 3,75). Teh talua terpilih berdasarkan nilai sensori yaitu pada perlakuan serbuk kayu manis 1%. Pengujian produk terpilih yaitu perlakuan serbuk kayu manis 1% memiliki nilai kadar lemak 25,92%, kadar protein 18,18%, dan antioksidan 16,3%.
Copyrights © 2025