Kebakaran merupakan bencana yang dapat menyebabkan kerugian finansial, kerusakan lingkungan, serta mengancam keselamatan manusia. Salah satu penyebab utama kebakaran adalah korsleting listrik, khususnya di kawasan perkotaan padat penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan prototipe sistem deteksi dan pemadaman kebakaran berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu memberikan peringatan dini melalui buzzer dan notifikasi Telegram. Sistem dirancang menggunakan metode ADDIE, dengan memanfaatkan sensor api (LM393), sensor asap (MQ-7), dan sensor suhu (DHT22) yang terintegrasi dengan mikrokontroler ESP32. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi asap dengan konsentrasi di atas 100 ppm, api pada jarak maksimum 65 cm, serta peningkatan suhu di atas 35°C dengan waktu respons rata-rata 2–3 detik. Selain itu, Untuk mendukung operasional saat terjadi pemadaman listrik, sistem dilengkapi dengan empat baterai lithium 3,7V 1500 mAh yang dirangkai paralel, sehingga mampu bertahan hingga ±12 jam dalam kondisi siaga dan ±5 jam dalam kondisi pemadaman aktif. Sistem ini terbukti efektif dalam memberikan peringatan dini dan menjalankan respons otomatis, sehingga dapat meminimalkan risiko kebakaran pada area indoor berskala kecil secara cepat, mandiri, dan efisien.
Copyrights © 2025