Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah inovasi teknologi wearable berbasis budaya lokal, yakni baju batik yang terintegrasi dengan sistem pemantauan kesehatan pengguna. Dengan semakin berkembangnya teknologi di bidang kesehatan dan meningkatnya kebutuhan akan alat monitoring kesehatan yang praktis, efisien, serta terjangkau, penggabungan antara nilai budaya dan teknologi menjadi alternatif yang menarik untuk dijadikan solusi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan rekayasa teknologi dengan perancangan dan perakitan perangkat wearable berbasis mikrokontroler Arduino Uno. Komponen utama yang digunakan mencakup sensor denyut jantung (pulse sensor) untuk mendeteksi detak jantung secara real-time, sensor gerak MPU6050 untuk mendeteksi orientasi dan akselerasi tubuh, layar OLED untuk menampilkan informasi kesehatan secara langsung, serta LED sebagai indikator visual tambahan. Semua komponen tersebut dirangkai menggunakan kabel jumper, resistor, serta sumber daya berupa baterai 3.7V yang dilengkapi dengan modul pengisian daya TP4056 agar perangkat dapat digunakan secara portabel. Perancangan sistem dilakukan secara bertahap, mulai dari desain blok diagram, pemrograman mikrokontroler, perakitan rangkaian, hingga pengujian performa sistem. Hasil pengujian awal menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi dan menampilkan data secara akurat dan responsif. Inovasi ini diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi terhadap perkembangan teknologi wearable di Indonesia, tetapi juga menjadi bentuk pelestarian budaya melalui pendekatan modern. Dengan demikian, pemanfaatan batik sebagai media teknologi tidak hanya memperkaya nilai fungsional pakaian, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan.
Copyrights © 2025