Dalam puasa ramadlan kita diberi kesempatan yang seluas-luasnya untuk mendapatkan kebajikan dengan bernagai kegiatan, diantaranya beri’tikaf dimasjid, untuk special meletakkan rohani dan jasmani kita di masjid tempat sujud dengan maksud taqarrub mendekatkandiri kita pada tuhan, dengan sembahyang, membaca tahlil, tasbih, tahmid tidak pula dilupakan membaca al-Qur’an dengan difikirkan arti dan maksudnya; selanjutnya kita teruskan dengan berfikir secara abstrak mengenal alam semesta ciptaan Tuhan Rabbul ‘Alamien, sehingga dengan demikiaan akan mengenal kebesaran Tuhan yang akan menambah keimanan kita. Inilah barangkali yang dimaksud tafakkur sebagaian dari anjuran agama kita, khususnya dalam bulan Ramadlan, khususnya lagi pada waktu kita beri’tikaf. Barangkali itu juga termasuk dari pada yang dimaksud oleh firman Tuhan yang tersebut pada Surat Al- Imran ayat 190-192 yang artinya sbb: “sesungguhnya dalam pencipaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal. Yaitu orang yang mengingat Allah sambal berdiri dan duduk dan dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): ,, Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa-siksa Neraka”. Dengan melihat pengalaman masa yang lampau orang akan bertambah pengetahuannya, dan dari orang selalu ingat dan menyebut asma Allah akan menambah cinta pada Tuhan dan hasil dari tafakkur akan menambah Khauf, khawatir akan kurang sempurna amal perbuatannya dibandingkan dengan ni’mat yang diterimanya.
Copyrights © 1976