Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan global yang berdampak pada produktivitas dan kualitas hidup, terutama pada perempuan usia subur. Mahasiswi menjadi kelompok rentan karena gaya hidup dan pola makan yang seringkali tidak memenuhi kebutuhan zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola makan dengan kejadian anemia pada mahasiswi ISDIK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang. Sebanyak 80 responden dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner food recall 2x24 jam, uji kadar hemoglobin menggunakan Hemocue, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 45% responden memiliki kadar hemoglobin di bawah normal (<12 g/dL) dan 63% memiliki pola konsumsi zat besi yang tidak adekuat. Uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara asupan zat besi harian dengan status anemia (p<0.05). Temuan ini menunjukkan pentingnya intervensi berbasis gizi seimbang di lingkungan perguruan tinggi. Diperlukan edukasi gizi dan peningkatan akses terhadap makanan bergizi untuk mencegah anemia yang berkelanjutan. Kata kunci Anemia; Pola makan; Asupan zat besi; Mahasiswi; Kesehatan remaja
Copyrights © 2025