Rapid cultural contact through modern media has raised concerns about the erosion of Islamic moral values in some communities. Novels can serve as an effective medium to counter this decline, particularly those rich in moral messages. This study aims to examine the portrayal of Islamic moral values in Ramadhan K.H.'s novels Royan Revolusi and Ladang Perminus. Using a qualitative, morally oriented approach, the research analyzes character behavior, dialogue, and narrative events to extract moral values. The findings reveal several core Islamic moral values: trustworthiness (amanah), gratitude (syukur), patience (sabar), consistency (istiqomah), and piety (tawakal). Additionally, the novels demonstrate shifts in character naming, themes, and worldviews compared with earlier works. The study concludes that these novels prioritize art for society (l'art pour l'homme) over art for art's sake (l'art pour l'art), and recommends that literary works with strong moral content be used more extensively as tools for Islamic moral education and cultural resilience. Kontak budaya yang cepat melalui media modern menimbulkan kekhawatiran akan memudarnya kepedulian terhadap nilai-nilai moral Islami di sebagian masyarakat. Novel dapat menjadi media efektif untuk mengantisipasi hal tersebut, terutama novel yang kaya akan pesan moral. Penelitian ini bertujuan mengkaji transformasi nilai-nilai moral Islami dalam novel Royan Revolusi dan Ladang Perminus karya Ramadhan K.H. Dengan pendekatan kualitatif dan perspektif moral, penelitian ini menganalisis perilaku tokoh, dialog, dan peristiwa naratif untuk mengekstrak nilai-nilai moral. Temuan menunjukkan beberapa nilai moral Islami inti: amanah, syukur, sabar, istiqomah, dan tawakal. Selain itu, novel-novel ini menunjukkan transformasi dalam penamaan tokoh, tema, dan pandangan dunia dibandingkan karya sebelumnya. Penelitian menyimpulkan bahwa novel-novel ini mengutamakan seni untuk masyarakat (l'art pour l'homme) dibanding seni untuk seni (l'art pour l'art), serta merekomendasikan agar karya sastra bermuatan moral dimanfaatkan lebih luas sebagai alat pendidikan moral Islami dan ketahanan budaya.
Copyrights © 2005