In the context of global competition and rapid technological change, organizations must transform human resource management to achieve sustainable competitive advantage, yet many police institutions still face challenges in aligning performance appraisal systems with career development. This study examines the influence of performance criteria—assessment method, assessment material, assessment stage, and assessor—on career development of police officers at Jember Resort Police. A quantitative method was employed using stratified random sampling and multiple linear regression analysis at a 5% significance level. The findings reveal that simultaneously, all four variables explain 71.6% of career development variance. Partially, the assessment method exerts the most dominant influence (49.7%), followed by the assessor (13.6%), assessment material (6.9%), and assessment stage (1.7%). However, the assessment method and assessment stage show negative regression coefficients, suggesting that overly rigid or frequent evaluations may hinder career progression. It is concluded that while performance criteria significantly affect career development, the assessment method must be carefully socialized and adapted to situational conditions. It is recommended that commanding officers actively socialize appraisal procedures, motivate officers to enhance competencies through education and training, and ensure transparency and objectivity in the evaluation process to foster professional growth. Dalam persaingan global dan perubahan teknologi yang cepat, organisasi harus mentransformasi manajemen sumber daya manusia untuk mencapai keunggulan kompetitif berkelanjutan, namun banyak institusi kepolisian masih menghadapi tantangan dalam menyelaraskan sistem penilaian kinerja dengan pengembangan karir. Penelitian ini menguji pengaruh kriteria kinerja—metode penilaian, materi penilaian, tahap penilaian, dan penilai—terhadap pengembangan karir prajurit POLRI di Polres Jember. Metode kuantitatif digunakan dengan stratified random sampling dan analisis regresi linear berganda pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, keempat variabel menjelaskan 71,6% varians pengembangan karir. Secara parsial, metode penilaian berpengaruh paling dominan (49,7%), diikuti penilai (13,6%), materi penilaian (6,9%), dan tahap penilaian (1,7%). Namun, metode penilaian dan tahap penilaian menunjukkan koefisien regresi negatif, yang mengindikasikan bahwa evaluasi yang terlalu kaku atau sering dapat menghambat kemajuan karir. Disimpulkan bahwa kriteria kinerja berpengaruh signifikan terhadap pengembangan karir, namun metode penilaian harus disosialisasikan dan disesuaikan dengan kondisi situasional. Disarankan agar pimpinan aktif mensosialisasikan prosedur penilaian, memotivasi peningkatan kompetensi melalui pendidikan dan pelatihan, serta memastikan transparansi dan objektivitas dalam proses evaluasi.
Copyrights © 2005