The critical phenomenon underlying this research is the essential need for effective therapeutic communication between nurses and patients, where misunderstanding can lead to fatal consequences in patient care. This study is grounded in Grice's Cooperative Principle and Leech's Politeness Principle, focusing on how speech maxims operate in clinical settings. The research aims to describe the application of conversational maxims and politeness principles in therapeutic communication at Kaliwates General Hospital, particularly in acts of giving information, requesting information, and giving commands. A qualitative descriptive design was employed, with data collected through observation, recording, and field notes of natural nurse-patient interactions in pediatric, surgical, and internal medicine wards. The findings revealed six patterns for giving information, four for requesting information, and seven for commanding, with most utterances adhering to the maxims of quality, quantity, relation, and manner, though occasional violations occurred due to politeness considerations. The study concludes that nurses generally apply cooperative and politeness principles effectively, yet some direct commands still lack sensitivity, recommending enhanced communication training focused on balancing informativeness with cultural politeness. Fenomena krusial yang mendasari penelitian ini adalah kebutuhan mendesak akan komunikasi terapeutik yang efektif antara perawat dan pasien, di mana kesalahpahaman dapat berakibat fatal pada perawatan pasien. Penelitian ini berlandaskan pada Prinsip Kerja Sama Grice dan Prinsip Sopan Santun Leech, dengan fokus pada pengoperasian maksim tutur di lingkungan klinis. Penelitian bertujuan mendeskripsikan penerapan maksim tutur dan prinsip sopan santun dalam komunikasi terapeutik di RSU Kaliwates, khususnya pada tindak tutur menyampaikan informasi, meminta informasi, dan memerintah. Rancangan deskriptif kualitatif digunakan dengan pengumpulan data melalui observasi, perekaman, dan catatan lapangan dari interaksi alami perawat-pasien di ruang rawat inap anak, bedah, dan interne. Temuan menunjukkan enam pola untuk menyampaikan informasi, empat pola untuk meminta informasi, dan tujuh pola untuk memerintah, dengan sebagian besar tuturan mematuhi maksim kualitas, kuantitas, hubungan, dan cara, meskipun pelanggaran sesekali terjadi karena pertimbangan kesantunan. Penelitian menyimpulkan bahwa perawat umumnya menerapkan prinsip kerja sama dan kesantunan secara efektif, namun beberapa perintah langsung masih kurang sensitif, dengan rekomendasi peningkatan pelatihan komunikasi yang menyeimbangkan informativitas dan kesantunan budaya.
Copyrights © 2009