Iklan yang menggunakan humor sebagai daya tarik agar membuat penerima pesan memperoleh mood positif, sehingga probabilitas penerimaan pesan secara baik akan lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis unsur humor dalam iklan layanan masyarakat “Penipuan Makin Agak Laen, Kasih Tau yang Laen” dari BCA. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes. Fokus utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi unsur humor dibangun dalam iklan tersebut serta makna yang dihasilkan. Penelitian ini didukung dengan teori humor relief dari Sigmund Freud yang digunakan untuk melihat bagaimana humor berfungsi sebagai pereda ketegangan dalam penyampaian isu serius. Temuan dari penelitian ini menunjukkan penggunaan unsur humor dalam iklan yang mengangkat isu sensitif seperti penipuan dapat membantu menyampaikan pesan secara lebih ringan dan dapat diterima oleh audiens secara ringan. Humor tidak hanya berfungsi sebagai alat penghibur, tetapi juga berperan sebagai mekanisme untuk meredakan ketegangan emosional yang mungkin timbul dari topik yang serius.
Copyrights © 2025