Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan faktor-faktor penyebab terjadinya alih kode dan campur kode bahasa Arab pada peristiwa tutur guru dan santri dalam Pembelajaran Ilmu Balaghah. Metode yang digunakan adalah deksriptif kualitatif dengan data diperoleh melalui rekaman dan transkripsi tuturan, lalu dianalisis menggunakan metode padan intralingual dan ekstralingual. Hasil menunjukkan adanya 35 data alih kode antarbahasa, yakni antara bahasa Arab dan bahasa Indonesia. Bentuk alih kode yang ditemukan mencakup alih kode berupa frasa, kalimat, dan wacana. Adapun faktor penyebabnya meliputi: situasi, linguistik, dan psikologis. Sementara itu, campur kode ditemukan sebanyak 103 data yang mencakup penyisipan kata, frasa, nomina, verba, adjektiva, adverbia, pronomina, preposisi, dan pengulangan kata.
Copyrights © 2025