Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi resiliensi pada remaja dengan latar belakang keluarga broken home. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa resiliensi pada remaja tersebut sangat dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu dukungan sosial dan efikasi diri. Dukungan sosial dari lingkungan terdekat, seperti teman, guru, keluarga besar, dan tokoh signifikan lainnya, mampu memberikan rasa aman, penerimaan, dan motivasi untuk menghadapi tekanan hidup. Sementara itu, efikasi diri berperan sebagai kekuatan internal yang mendorong remaja untuk percaya pada kemampuan diri sendiri, lebih mampu mengelola emosi, serta merumuskan langkah-langkah positif dalam menghadapi tantangan. Oleh karena itu, upaya penguatan resiliensi pada remaja broken home perlu dilakukan melalui pendekatan yang menyentuh aspek sosial dan psikologis secara terpadu.
Copyrights © 2025