Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara workforce agility dengan workplace wellbeing pada karyawan di Surakarta. Workforce agility merujuk pada kemampuan karyawan untuk menyesuaikan diri dengan tiga dimensi utama yaitu adaptasi, proaktif dan juga resiliensi atau tetap tangguh dalam menghadapi perubahan lingkungan kerja yang dinamis. Workplace wellbeing menggambarkan kesejahteraan karyawan dalam aspek psikologis, sosial dan fisik di tempat kerja dimana hal ini dapat mempengaruhi variabel lain seperti kinerja karyawan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif terhadap 37 karyawam demgan rentang usia 18 – 74 tahun. Pengolahan data penelitian menggunakan korelasi pearson untuk mengetahui hubungan kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara workforce agility dan workplace wellbeing dimana karyawan yang memiliki tingkat workforce agility yang tinggi, semakin tinggi juga untuk perasaan sejahtera ditempat kerja. Hal ini ditunjukkan dengan nilai koefiesien korelasi sebesar 0,457 (p = 0,004) dimana sebesar 45,7% workforce agility memiliki kontribusi terhadap workplace wellbeing, sedangkan 54,3% dipengaruhi oleh faktor lain. Dengan demikian, perusahaan diharapkan dapat mengembangkan strategi peningkatan workforce agility guna meningkatkan kesejahteraan karyawan dan produktifitas kerja.
Copyrights © 2025