Konversi lahan semak belukar menjadi lahan budidaya intensif di daerah iklim kering tropika memengaruhi dinamika sifat fisik dan kimia tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan ketersediaan air tanah dan kandungan karbon organik pada dua jenis penggunaan lahan, yaitu semak belukar dan bawang merah. Sebanyak 21 sampel tanah dikumpulkan untuk dianalisis sifat fisik, seperti bobot isi, konduktivitas hidraulik jenuh, kadar air kapasitas lapang, dan kimia seperti kapasitas tukar kation (KTK) dan karbon organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan semak belukar memiliki nilai ketersediaan air dan kandungan C-organik yang lebih tinggi dibandingkan lahan budidaya. Hubungan bobot isi tanah dengan air tersedia dan konduktivitas hidraulik mengikuti pola kuadratik (R² = 0,72 dan R² = 0,62), sementara hubungan antara C-organik dan KTK menunjukkan korelasi sangat kuat (R² = 0,78). Sebaliknya, tekstur tanah tidak menunjukkan hubungan yang berarti terhadap perilaku air dan KTK. Penurunan kualitas tanah akibat konversi lahan dapat ditekan melalui peningkatan kandungan bahan organik dan praktik konservasi. Hasil penelitian ini penting digunakan sebagai dasar pengetahuan pengelolaan tanah berkelanjutan di wilayah tropika kering.
Copyrights © 2025