Salah satu logam yang banyak digunakan dan diolah menjadi senyawa turunan lainnya yang memiliki nilai guna lebih tinggi adalah timah. Salah satu senyawa turunan timah yang banyak digunakan dalam industri kimia merupakan SnCl4. Senyawa ini memiliki keunggulan dalam bahan pelapis kaca, pengikat warna pada tekstil, serta menjadi salah satu bahan dalam pembuatan senyawa organotin. Analisis kebutuhan SnCl4 pada tahun 2028 yang didapat dari hasil proyeksi data, terdapat kegiatan impor SnCl4 yang masih tinggi sebesar 2.360,74 ton. Dalam perancangan pabrik SnCl4 ditujukan untuk menurunkan kebutuhan impor dalam negeri dengan kapasitas 2.000 ton per tahun. Bahan baku yang digunakan yaitu batangan timah dan gas klorin. Proses ini dilakukan dengan melakukan kontak antara batangan timah dengan gas klorin di dalam reaktor dengan suhu dijaga pada 85oC dengan tekanan 1 atm, reaktor beroperasi secara isotermal dan reaksi bersifat eksotermis. SnCl4 yang terbentuk kemudian dimurnikan dengan melakukan proses destilasi pada suhu 114oC dengan tekanan 1 atm hingga menghasilkan produk dengan kemurnian 99,95%. Pabrik direncanakan akan dibangun di Cikande di atas lahan seluas 20.000 m2. Jumlah pegawai yang dibutuhkan sebanyak 252 orang. Hasil analisis kelayakan ekonomi diperoleh Net Cash Flow at Percent Value (NCFPV) di tahun ke-10 adalah Rp.218.844.123.154. Internal Rate of Return (IRR) yang diperoleh lebih besar dari suku bunga bank yaitu sebesar 35,17%. Minimum Payback Period (MPP) diperoleh 3 tahun 11 bulan 18 hari. Sehingga berdasarkan hasil analisis kelayakan ekonomi pabrik SnCl4 dengan kapasitas 2.000 ton per tahun layak untuk didirikan.
Copyrights © 2025