Pengakhiran kontrak konstruksi menimbulkan dampak merugikan baik finansial maupun reputasi proyek. Meskipun merupakan masalah serius, sebagian besar solusi yang diusulkan dalam literatur cenderung berfokus pada aspek hukum dan faktor eksternal, dengan sedikit perhatian pada penguatan sistem internal organisasi proyek. Studi literatur sistematis ini bertujuan untuk mereview penyebab dan dampak pengakhiran kontrak konstruksi, mengidentifikasi kesenjangan penelitian terkait peran manajemen risiko internal, serta menyusun model konseptual baru yang menempatkan manajemen risiko internal sebagai variabel mediasi. Menggunakan metode kajian literatur sistematis dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menganalisis 20 artikel jurnal ilmiah bereputasi dari tahun 2022-2025 yang relevan dengan topik terminasi kontrak dan manajemen risiko. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor risiko utama pengakhiran kontrak meliputi masalah finansial kontraktor, kegagalan pemasok, korupsi, dan ketidakpastian proyek. Namun, ditemukan kesenjangan signifikan karena tidak ada jurnal yang secara eksplisit menempatkan manajemen risiko internal sebagai variabel utama dalam mencegah terminasi kontrak. Berdasarkan temuan ini, diusulkan model konseptual baru di mana manajemen risiko internal memediasi hubungan antara faktor risiko proyek dan keputusan terminasi kontrak. Model ini menyiratkan bahwa penguatan kontrol internal proyek, seperti audit internal yang efektif dan pengelolaan pemasok yang baik, dapat secara signifikan menekan dampak negatif dari faktor risiko eksternal dan internal, sehingga mengurangi potensi pengakhiran kontrak secara prematur.
Copyrights © 2025