Biaya pokok dalam industri manufaktur merupakan harga pokok produksi yaitu biaya yang timbul dari aktivitas produksi. Harga pokok produksi menjadi dasar dalam penentuan harga jual, sehingga perusahaan membutuhkan metode penentuan harga pokok produksi yang akurat. Salah satu metode penentuan biaya yang akurat adalah metode activity based costing (ABC). Manajemen CV X menyatakan metode estimasi yang selama ini digunakan oleh perusahaan memberikan keraguan atas keakuratan penentuan biaya overhead pabrik, sehingga perusahaan membutuhkan metode penentuan biaya lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menerapkan metode activity based costing (ABC) dalam menentukan harga pokok produksi dan harga jual pada CV X. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitataif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi terkait dengan aktivitas produksi perusahaan. Hasil penelitian ini menyatakan dari lima produk utama CV X, terdapat tiga produk yaitu Piring 9 Stabilo, Gelas Centel Stabilo dan Mangkok 808 Stabilo menghasilkan harga pokok produksi yang lebih tinggi dari metode estimasi. Dua produk utama lainnya yaitu Toples NH dan Cangkir LB Stabilo menghasilkan harga pokok produksi yang lebih rendah dari metode estimasi. Kata Kunci : Akuntansi Biaya, Harga Pokok Produksi, Activity Based Costing, Harga Jual
Copyrights © 2023