Artikel ini mengkaji bagaimana manajemen risiko memengaruhi hasil keuangan perusahaan perbankan tradisional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dampak praktik manajemen risiko terhadap metrik kinerja keuangan, termasuk Return on Assets (ROA), Non-Performing Loans (NPL), dan Net Interest Margin (NIM). Berdasarkan tinjauan literatur yang ada dan analisis data, ditetapkan bahwa praktik manajemen risiko yang kuat dapat meningkatkan stabilitas dan profitabilitas bank sekaligus menurunkan risiko kerugian finansial. Hasil ini menyoroti perlunya pendekatan manajemen risiko yang kohesif untuk mengatasi tantangan yang dihadirkan oleh sektor perbankan yang sedang berkembang. Selain itu, artikel ini menawarkan rekomendasi strategis bagi lembaga keuangan yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan manajemen risiko mereka dan meningkatkan transparansi untuk mendorong peningkatan kinerja di masa mendatang.
Copyrights © 2025