Platform Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) merupakan bentuk pengembangan dari Platform Merdeka Mengajar (PMM), yang diluncurkan oleh Kemendikbudristek. Namun dalam penerapannya ditemukan masalah pada guru khususnya guru lanjut usia. Penelitian ini menerapkan metode TUXEL 2.0. Pendekatan yang dipakai bersifat kualitatif dengan teknik pengumpulan data berbentuk observasi, wawancara, serta penyebaran kuesioner kepada 10 guru Sekolah Dasar di SDN Nambaan 2 Ngasem, Kabupaten Kediri. Instrumen penelitian terdiri atas tiga kuesioner, yakni Usability Inspection, General LMS, serta Evaluation User Experience. Hasil penelitian menunjukkan 28 permasalahan pada usability inspection, khususnya pada General Interface (17 item), Assignment (5 item), dan Assessment (5 item). Tahapan General LMS mengidentifikasi 47 permasalahan pada Help and Documentation (12 item), LMS Learnability (14 item), Learning Through LMS (11 item), dan LMS Flexibility (10 item). Evaluasi UEQ menunjukkan seluruh skala berada di level positif (>0.8) dengan nilai tertinggi pada Stimulation dan terendah pada Efficiency. Secara keseluruhan, platform GTK dinilai berada pada tingkat “baik” (Good). Rekomendasi desain solusi difokuskan pada perbaikan antarmuka, kejelasan fitur, dan kemudahan penggunaan, guna mendukung pemahaman pengguna terhadap platform GTK secara lebih efektif.
Copyrights © 2025