Obesitas diketahui sebagai salah satu determinan utama yang berkontribusi terhadap peningkatan kadar asam urat dalam tubuh, terutama pada individu dalam rentang usia produktif. Studi ini dilakukan untuk mengevaluasi keterkaitan antara indeks massa tubuh (IMT), konsentrasi asam urat, serta variabel usia. Penelitian menggunakan desain deskriptif korelasional dengan metode purposive sampling. Lokasi penelitian di Desa Wiyono, Kabupaten Pesawaran, melibatkan 40 responden dewasa. Data dikumpulkan melalui pengukuran IMT dan pemeriksaan sampel darah untuk mengetahui kadar asam urat. Pendekatan analisis yang digunakan meliputi analisis univariat dan bivariat dengan menerapkan uji korelasi. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (60%) dan sebagian besar berada dalam kelompok usia paruh baya, yakni sebesar 40%. Sebanyak 35% responden memiliki status gizi overweight, dan 55% memiliki kadar asam urat tinggi. Berdasarkan hasil analisis korelasional, tidak ditemukan hubungan yang signifikan secara statistik antara usia dan indeks massa tubuh (r = -0,117; p = 0,473), antara usia dan kadar asam urat (r = 0,100; p = 0,540), maupun antara indeks massa tubuh dan kadar asam urat (r = 0,165; p = 0,308). Kendati tidak mencapai signifikansi statistik, ditemukan indikasi adanya korelasi positif antara indeks massa tubuh dan kadar asam urat. Kesimpulan: Manajemen gaya hidup dan pengendalian berat badan perlu diperhatikan sebagai langkah pencegahan hiperurisemia. Kategori IMT dapat dijadikan acuan dalam penentuan intervensi penurunan berat badan pada layanan kesehatan.
Copyrights © 2025