Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kombinasi terapi skizofrenia yang lebih efektif dari segi biaya dan manfaat klinis. Skizofrenia adalah gangguan mental kronis yang menimbulkan beban sosial dan ekonomi, tidak hanya untuk pasien namun juga untuk keluarga serta masyarakat secara luas. Penanganan skizofrenia masih menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah tingginya harga obat-obatan. Oleh karena itu, mengingat tingginya biaya kesehatan di Indonesia, diperlukan penggunaan dana yang lebih rasional, terutama dalam penanganan penyakit kronis seperti skizofrenia. Analisis farmakoekonomi pada pasien skizofrenia menjadi penting untuk menilai efisiensi dalam pemilihan terapi antipsikotik. Minimnya penelitian mengenai efektivitas biaya antipsikotik di Indonesia menjadi salah satu alasan utama untuk melakukan kajian ini. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis deskriptif untuk mengidentifikasi jenis antipsikotik yang paling cost-effective dalam terapi skizofrenia. Pendekatan yang digunakan adalah analisis deskriptif berdasarkan tinjauan pustaka dari jurnal penelitian, artikel ilmiah, dan review jurnal yang diperoleh melalui Google Scholar dan ScienceDirect. Studi ini mengkaji artikel penelitian dalam kurun waktu 10 tahun terakhir dan menemukan 8 jurnal yang memenuhi kriteria analisis efektivitas biaya dan outcome menggunakan metode CEA. Dari hasil tinjauan pustaka dapat disimpulkan bahwa perbedaan pemilihan antipsikotik dipengaruhi oleh kondisi klinis pasien, kepatuhan, dan efek samping dengan memperhatikan keamanan dan biaya. Tinjauan ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengambilan keputusan terapi di praktik klinis serta mendukung perumusan kebijakan kesehatan yang lebih efisien dan berbasis bukti.
Copyrights © 2025