Perkembangan industrialisasi yang pesat telah meningkatkan risiko kesehatan kerja, salah satunya adalah Noise-Induced Hearing Loss (NIHL) atau gangguan pendengaran akibat paparan kebisingan di tempat kerja. NIHL merupakan gangguan pendengaran permanen yang disebabkan oleh paparan bising dalam jangka waktu lama, dan menjadi masalah serius karena dapat menurunkan produktivitas serta kualitas hidup pekerja. Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor risiko yang secara signifikan berhubungan dengan kejadian NIHL pada pekerja industri. Penulis melakukan tinjauan pustaka terhadap 10 jurnal nasional terakreditasi yang diterbitkan pada periode 2020 hingga 2025. Kriteria inklusi meliputi studi dengan topik relevan mengenai NIHL, menggunakan desain penelitian cross-sectional, dan memuat analisis statistik seperti uji Chi-Square, Fisher Exact, serta regresi logistik. Literatur yang tidak memenuhi syarat relevansi, metode, atau kualitas metodologis dikeluarkan dari telaah. Populasi dalam studi yang dianalisis berkisar antara 30 hingga 150 pekerja di sektor konstruksi, manufaktur, dan pengolahan. Hasil menunjukkan bahwa faktor signifikan yang berhubungan dengan NIHL meliputi intensitas kebisingan ≥85 dB, usia ≥40 tahun, lama masa kerja, ketidakpatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD), kebiasaan merokok, serta kondisi fisiologis seperti hipertensi. Simpulan dari studi ini menegaskan bahwa NIHL dipengaruhi oleh interaksi antara faktor lingkungan, individu, dan perilaku. Oleh karena itu, pencegahan NIHL memerlukan pendekatan integratif yang mencakup rekayasa teknis pengendalian kebisingan, penegakan kebijakan penggunaan APD, serta edukasi perilaku hidup sehat di lingkungan kerja.
Copyrights © 2025