Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi persepsi kader Tanaman Obat Keluarga (TOGA) terkaitĀ pelaksanaan program Asuhan Mandiri (Asman) TOGA di Puskesmas Pajang, Surakarta. Studi kualitatif dengan pendekatan studi kasus eksploratif ini melibatkan 9 informan yang terdiri dari kader aktif, penanggung jawab program, kepala puskesmas, dan warga pengguna TOGA. Penelitian ini dilakukan Februari-Maret 2025 di Kelurahan Laweyan dan Sondakan, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian mengindikasikan adanya perbedaan partisipasi masyarakat, tantangan dalam pelaksanaan program, serta potensi dampak positif program terhadap kesehatan dan ekonomi melalui pemanfaatan TOGA. Program Asman TOGA telah dilaksanakan sejak 2019. Awalnya fokus pada edukasi interaksi obat tradisional dan kimia, kini meluas hingga identifikasi jenis tanaman, manfaat, dan cara pengolahan TOGA. Studi ini menyimpulkan bahwa peran kader sangat penting dalam menjembatani informasi kesehatan antara tenaga kesehatan dan masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan rutin bagi kader, pengembangan modul digital untuk edukasi, dan pembangunan sistem evaluasi yang sistematis dan berbasis data untuk mengoptimalkan program. Rekomendasi ini diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program dan meningkatkan dampak positif.
Copyrights © 2025