Siswa mengalami tekanan dalam suatu situasi berujung pada stres akademik yang menyebabkan perilaku, emosi positif, dan reaksi tubuh siswa akibat dorongan belajar. Stres akademis siswa akan mengalami masalah perilaku dan psikologis, kecemasan berlebihan, dan gangguan psikosomatis selain kelelahan mental dan keputusasaan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka dibutuhkan dukungan sosial baik guru, siswa maupun teman. Metode observasional analitik diterapkan dalam riset ini dengan memanfaatkan pendekatan kuantitatif serta desain cross-sectional. Sejumlah 256 siswa menjadi populasi pada riset dengan sampel yang diambil yakni terdiri dari 111 siswa. Rumus lameshow dimanfaatkan dalam riset guna menghitung sampel dengan teknik dalam mengambil sampelnya menggunakan Simple Random Sampling. Dukungan sosial serta stress akademik menjadi dua buah variable dalam riset. Kuesioner dimanfaatkan untuk mengumpulkan data sedangkan teknik univariat dan bivariat (Chi-square) dimanfaatkan untuk menganalisis data. Dan dari hasil riset diperoleh adanya korelasi negative antara dukungan sosial dengan stres akademik (p-value 0,0001). Dukungan sosial yang tinggi akan berpengaruh terhadap menurunnya stress akademik terbukti. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi siswa, guru dan orang tuan untuk memberikan dukungan semaksimal mungkin untuk membantuk dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi siswa khususnya akademik.
Copyrights © 2025