Dalam manajemen mutu, didapati standar pelayanan minimal yang menerakan tentang kelengkapan pencatatan pada rekam medis untuk menentukan klasifikasi penyakit. Penyakit Ginjal Kronis ( CKD ) menjadi salah satu jajaran dari 10 besar penyakit rawat inap di RSUD dr. Soedono Madiun. Pasien CKD yang melakukan tindakan Hemodialisa (HD) tidak hanya berasal dari pasien instalasi rawat inap, tetapi juga pasien gawat darurat, pasien dari poli rawat jalan, serta pasien dengan HD Traveling . Penelitian ini termasuk dalam jenis observasional analitik dengan pendekatan cross sectional . Jumlah populasi dalam penelitian ini sejumlah 212 dokumen rekam medis rawat inap kasus CKD pada Triwulan I (bulan Januari – Maret) Tahun 2024. Penggunaan Rumus Slovin didapati sebanyak 68 dokumen sebagai sampel dengan tingkat kesalahan (e) 10% atau 0,1. Pada penelitian ini diperoleh kelengkapan informasi medis sebanyak 26 (38%) dokumen dan ketidaklengkapan informasi medis sebanyak 42 (62%) dokumen. Sedangkan untuk tingkat keakuratan kode diagnosisnya sejumlah 47 (69%) dokumen dengan ketidakakuratannya sebanyak 21 (21%) dokumen rekam medis. Teknik pengolahan data menggunakan program SPSS dengan uji statistik yang digunakan yaitu uji Chi - Square . Didapati nilai signifikansi ( p ) = 0,600 > 0,1 maka Ho diterima dan Ha ditolak yang mengartikan bahwa tidak ada hubungan antara kelengkapan informasi medis dengan keakuratan kode diagnosis Penyakit Ginjal Kronis .
Copyrights © 2025