Bunuh diri merupakan tindakan mengakhiri hidup secara sengaja, sering kali dikaitkan dengan gangguan jiwa, terutama depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara tingkat depresi dengan kemunculan ide bunuh diri pada mahasiswa rantau Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Angkatan 2021, 2022, dan 2023 yang berasal dari luar Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 130 mahasiswa sebagai sampel, yang dipilih menggunakan metode proportionate stratified random sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Tingkat depresi diukur menggunakan Zung Self-Rating Depression Scale (ZSDS), sedangkan kemunculan ide bunuh diri diukur dengan Suicidal Ideation Scale (SIS). Data yang diperoleh menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa mengalami depresi ringan (51.5%), sementara 43.8% memiliki tingkat depresi normal, dan hanya 4.6% yang mengalami depresi sedang. Sedangkan, 96.2% mahasiswa tidak memiliki ide bunuh diri, sementara 3.8% lainnya menunjukkan adanya ide bunuh diri. Hasil analisis statistik dengan uji Rank Spearman menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat depresi dengan kemunculan ide bunuh diri, dengan nilai p = 0.024 dan r = 0.198, yang mengindikasikan kekuatan hubungan yang sangat rendah. Kesimpulannya, penelitian ini menemukan bahwa ada hubungan antara tingkat depresi dengan kemunculan ide bunuh diri pada mahasiswa rantau Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung.
Copyrights © 2025