Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya semakin meningkat, khususnya pada kelompok usia lanjut. Lansia memiliki risiko tinggi karena mengalami perubahan metabolisme, gaya hidup kurang sehat, serta keterbatasan dalam menjaga pola makan dan aktivitas fisik. Deteksi dini kadar gula darah sangat penting untuk mencegah komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung, maupun gagal ginjal. Sayangnya, pemeriksaan gula darah masih jarang dilakukan secara rutin oleh lansia, baik karena alasan biaya, keterbatasan akses ke layanan kesehatan, maupun rasa takut terhadap prosedur invasif berupa pengambilan darah. Kondisi ini juga terlihat di wilayah kerja Puskesmas Balowerti, Kota Kediri, di mana jumlah lansia yang memeriksakan gula darah masih rendah meskipun kasus diabetes cukup tinggi. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan. Tahap persiapan meliputi koordinasi dengan pihak Puskesmas Balowerti, persiapan alat pemeriksaan non invasif, penyusunan materi sosialisasi, serta undangan kepada peserta lansia. Tahap sosialisasi diawali dengan ceramah interaktif mengenai diabetes melitus, faktor risiko, dan pentingnya deteksi dini kadar gula darah. Pemaparan dilakukan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami lansia.
Copyrights © 2025