Kesalahan pemberian obat akibat kemiripan nama dan kemasan, atau dikenal sebagai Look-Alike Sound-Alike (LASA), merupakan salah satu tantangan serius dalam pelayanan farmasi rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas sistem penataan dan penandaan obat LASA di unit rawat jalan salah satu rumah sakit swasta di Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur dengan tenaga farmasi, serta dokumentasi laporan insiden medication error. Hasil menunjukkan bahwa rumah sakit telah menerapkan sistem FIFO dan FEFO, pemisahan obat LASA berdasarkan bentuk dan kekuatan sediaan, serta penggunaan stiker LASA dan Tall Man Lettering. Penandaan ini diterapkan pada berbagai bentuk sediaan seperti tablet, sirup, inhaler, salep, dan krim, dengan tujuan meningkatkan kewaspadaan petugas farmasi dan mengurangi risiko kesalahan pengambilan obat. Diskusi menunjukkan bahwa strategi visual seperti label mencolok dan huruf kapital sebagian pada nama obat terbukti efektif dalam membedakan produk serupa. Namun, pelatihan berkala dan audit internal tetap diperlukan untuk menjaga konsistensi dan efektivitas sistem. Kesimpulannya, penataan obat LASA di rumah sakit ini telah sesuai dengan standar keselamatan pasien dan dapat menjadi acuan penerapan sistem serupa di fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
Copyrights © 2025