Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan pelaksana terhadap prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di industri konstruksi, khususnya pada proyek preservasi jalan dan jembatan di ruas jalan perintis Kota Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan kuesioner sebagai instrumen utama pengumpulan data. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemahaman yang lebih baik tentang definisi dan inisiasi K3 (X1), serta penerapan sistem manajemen K3 (X2), berkontribusi pada peningkatan kepatuhan pelaksana dalam menjalankan prosedur K3, dengan koefisien regresi masing-masing sebesar -1.385 dan -0.156. Selain itu, penggunaan alat pelindung diri (X3), ketersediaan sarana dan prasarana K3 (X4), serta persepsi terhadap risiko K3 (X5) juga berdampak positif terhadap kepatuhan pelaksana dalam perilaku K3, dengan koefisien regresi berturut-turut sebesar 0.764, 0.715, dan 0.265. Penelitian ini memberikan wawasan yang lebih baik tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pelaksana terhadap prosedur K3 di industri konstruksi, serta implikasi praktisnya dalam meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja konstruksi.
Copyrights © 2024