Kelelahan kerja merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang dapat menurunkan produktivitas dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada tenaga kerja bongkar muat yang memiliki beban fisik tinggi dan jam kerja bervariasi. Faktor individu seperti usia, masa kerja, dan kualitas tidur berperan penting dalam memengaruhi tingkat kelelahan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan usia, masa kerja, dan kualitas tidur dengan tingkat kelelahan kerja pada tenaga kerja bongkar muat. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah seluruh tenaga kerja bongkar muat dengan jumlah sampel 52 orang menggunakan metode total sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner biodata, Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), dan Subjective Self Rating Test dari Industrial Fatigue Research Committee (IFRC). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil ditemukan sebagian besar responden berusia 30–39 tahun (42,3%), memiliki masa kerja 5–10 tahun (38,5%), kualitas tidur buruk (61,5%), dan tingkat kelelahan kerja berat (59,6%). Hasil uji bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara usia (p = 0,003), masa kerja (p = 0,000), dan kualitas tidur (p = 0,000) dengan tingkat kelelahan kerja. Usia, masa kerja, dan kualitas tidur memiliki hubungan bermakna dengan tingkat kelelahan kerja pada tenaga kerja bongkar muat.
Copyrights © 2025