Penelitian ini didasarkan atas adanya kondisi belum tercapainya tujuan implementasi kebijakan pariwisata di Kabupaten Bengkayang secara efektif, hal ini terlihat antara lain, kondisi insfrastruktur dasar terutama jalan masih sangat terbatas yang menyebabkan aksesibilitas wilayah wisata dirasakan sulit serta menghambat konektivitas dan pengembangan pembangunan secara inklusif. Metode penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, data yang digunakan dalam penelitian ini data primer maupun sekunder yang diperoleh dari semua pihak yang terkait dalam implementasi kebijakan pariwisata di kawasan wisata Jagoi Babang. Hasil penelitian belum efektifnya implementasi kebijakan pariwisata di kawasan wisata Jagoi Babang disebabkan oleh faktor-faktor: standar dan sasaran kebijakan yang belum dipahami, kurangnya sumber daya yang tersedia, karakter organisasi yang kurang mendukung, komunikasi antar organisasi yang belum menimbulkan adanya kerjasama yang sinergis antar organisasi, adanya kecenderungan pelaksana kebijakan yang menolak, dan faktor lingkungan sosial ekonomi dan politik yang mempengaruhi jalannya implementasi, dan struktur kerja strategi pengembangan pariwisata belum terlaksana secara efektif, Strategi kebijakan yang efektif dalam pengembangan pariwisata di kawasan wisata Jagoi Babang Kabupaten Bengkayang adalah dengan menggunakan strategi collaborative governance. Kata Kunci: Strategi, Implementasi Kebijakan, , collaborative governance
Copyrights © 2024