Emesis gravidarum merupakan salah satu keluhan yang sering dialami pada ibu hamil trimester pertama, ditandai dengan mual dan muntah yang dapat menganggu kehidupan sehari – hari serta berdampak pada kesehatan fisik dan psikologis ibu. Prevalensi emesis gravidarum di Indonesia cukup tinggi, terutama pada primigravida (60-80%) dan multigravida (40-60%). Penanganan dapat dilakukan secara farmakologis dan non-farmakologis. Teh daun mint dikenal memiliki efek menyegarkan serta karminatif dan antipasmodik. Kandungan tersebut berperan dalam meredakan gejala emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teh daun mint terhadap perbedaan frekuensi emesis gravidarum. Metode yang digunakan adalah pre–eksperimental dengan desain one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 30 responden yang mengalami emesis gravidarum di Puskesmas Juwiring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden sebelum intervensi mengalami emesis gravidarum tingkat sedang, sedangkan setelah intervensi mayoritas mengalami penurunan ke tingkat ringan. Berdasarkan hasil uji wilcoxon, diperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pemberian teh daun mint. Ada pengaruh pemberian teh daun mint terhadap frekuensi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I Puskesmas Juwiring.
Copyrights © 2025