Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi marketing dan pengembangan desa wisata berbasis digital di Kabupaten Lombok Utara dengan menggunakan pendekatan teori push, pull, dan pass. Teori ini digunakan untuk memahami motivasi wisatawan dalam memilih destinasi, di mana faktor push berhubungan dengan dorongan internal wisatawan (seperti keinginan untuk relaksasi, eksplorasi budaya, dan pengalaman baru), pull berkaitan dengan daya tarik eksternal destinasi (seperti keindahan alam, keunikan budaya, dan fasilitas digital), serta pass mencerminkan kemudahan dan pengalaman perjalanan yang mendukung keputusan wisatawan untuk berkunjung dan merekomendasikan destinasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pengelola desa wisata, dinas pariwisata, dan wisatawan, serta analisis dokumentasi media digital promosi pariwisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan strategi digital marketing seperti media sosial, platform reservasi online, dan storytelling visual secara signifikan memperkuat elemen pull destinasi, sementara pemberdayaan masyarakat lokal dan penciptaan pengalaman otentik mendorong motivasi push. Strategi pass diwujudkan melalui peningkatan infrastruktur digital, kemudahan akses informasi, dan integrasi sistem pembayaran digital. Kajian ini merekomendasikan penguatan sinergi antara pemerintah daerah, pelaku wisata, dan masyarakat dalam pengelolaan konten digital yang berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing desa wisata di era transformasi digital.
Copyrights © 2025