Peran pemuda dalam pengembangan wisata desa memiliki potensi strategis melalui inovasi, kolaborasi lintas aktor, dan pemanfaatan media digital. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi strategi kepemimpinan kolaboratif pemuda di Desa Lebih, Gianyar, dalam meningkatkan daya tarik wisata, mengidentifikasi tantangan-peluang, serta merumuskan rekomendasi kebijakan dan pedoman komunitas. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan lewat wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi visual dengan informan pemuda penggerak, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta pelaku wisata. Hasil menunjukkan kepemimpinan kolaboratif berbasis jejaring mendorong inovasi produk wisata (Festival Seafood, Sunrise Tour), memperkuat branding digital melalui Instagram dan TikTok, serta memperkuat legitimasi sosial pemuda. Tantangan termasuk dana terbatas, pelatihan minim, dan kesenjangan digital; peluang tercipta dari dukungan pemerintah dan antusiasme pemuda. Artikel ini menyajikan model strategi kolaboratif yang layak direplikasi serta rekomendasi kebijakan dan pedoman operasional bagi desa wisata berbasis komunitas.
Copyrights © 2025